
Dunia olahraga dan seni di sekolah kita kembali diwarnai kabar membanggakan. Di tengah padatnya jadwal pelajaran, dua siswa berbakat—Syafira Dwi Indra Rani (XI KL 2) dan Pratama Aswin Whala (X TKJ 3)—berhasil menorehkan prestasi di tingkat provinsi. Mereka dipercaya membawa nama Kabupaten Temanggung dalam ajang IOSKI (Ikatan Olahraga Senam Kreasi Indonesia) kategori Senam Kreasi Kelompok Pelajar se-Jawa Tengah tahun 2025.
Kompetisi yang digelar di SMA Negeri 4 Surakarta tersebut menjadi panggung pembuktian bahwa kerja keras dan disiplin tidak pernah mengkhianati hasil. Meski merupakan tahun pertama penyelenggaraan IOSKI, atmosfer persaingan terasa begitu kompetitif. Delegasi dari berbagai kabupaten dan kota hadir dengan persiapan terbaik mereka.
Bagi Syafira dan Pratama, perjalanan menuju Juara Harapan 2 bukanlah sesuatu yang instan. Mereka hanya memiliki waktu tiga minggu untuk mempersiapkan penampilan. Dalam waktu yang relatif singkat itu, keduanya harus membangun kekompakan, menyatukan energi, menghafal pola lantai, serta memastikan setiap gerakan selaras dengan irama musik kreasi yang dibawakan.
“Persiapannya memang cukup intens. Kami harus membagi waktu antara tugas sekolah dan latihan di sanggar,” ungkap Syafira saat diwawancarai tim redaksi. Di balik keberhasilan itu, ada peran besar sang pelatih, Master Friska, yang telaten mengoreksi detail demi detail gerakan. Syafira juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Ibu Endah Palupi P.SSn selaku ketua sanggar tempat ia berlatih selama lima tahun terakhir. Pengalaman panjangnya di dunia senam menjadi fondasi kuat yang membuatnya tampil lebih percaya diri di hadapan dewan juri.
Hari perlombaan pun tiba. Suasana di arena kompetisi dipenuhi riuh dukungan dari berbagai daerah. Syafira dan Pratama harus bersaing dengan 15 kelompok terbaik se-Jawa Tengah. Menjadi delegasi pertama dari Temanggung dalam ajang yang baru digelar ini tentu membawa beban mental tersendiri.
“Rasanya campur aduk. Ada deg-degan yang luar biasa, tapi juga bangga karena bisa mewakili Temanggung. Ini pengalaman pertama kami di IOSKI,” tutur Syafira dengan senyum penuh semangat.
Ketika musik mulai mengalun, rasa gugup perlahan sirna. Keduanya bergerak lincah dan kompak, memadukan teknik yang presisi dengan sentuhan koreografi yang kreatif dan estetis. Penampilan tersebut mengantarkan mereka meraih Piagam Penghargaan Juara Harapan 2—sebuah capaian yang membanggakan sekaligus menjadi sejarah awal bagi Temanggung di ajang IOSKI.
Namun, bagi Syafira, kompetisi ini bukan semata soal gelar. Ia mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga, mulai dari pemahaman teori gerakan senam yang benar, penyusunan koreografi yang menarik, hingga penguatan teknik pernapasan dan daya tahan fisik. Ia juga berkesempatan bertemu teman-teman baru dari berbagai daerah dan bertukar pengalaman tentang gaya serta karakter senam masing-masing.
“Saya mendapatkan wawasan baru dan teman-teman baru. Itu pengalaman yang sangat berharga bagi saya,” tambahnya.
Meski belum meraih juara utama, Syafira dan Pratama tidak merasa puas begitu saja. Posisi Harapan 2 justru mereka jadikan batu loncatan untuk melangkah lebih jauh. Semangat pantang menyerah menjadi bekal utama untuk menghadapi kompetisi berikutnya dengan persiapan yang lebih matang.
Menutup perbincangan, Syafira menyampaikan pesan penuh makna bagi siapa pun yang sedang berjuang meraih mimpi. Ia mengucapkan terima kasih kepada pelatih, orang tua, dan teman-teman yang selalu memberikan dukungan selama masa latihan yang melelahkan.
“Teruslah asah kemampuan. Jangan cepat puas, tapi jangan juga cepat menyerah. Semoga di kesempatan berikutnya kami bisa kembali berpartisipasi dan memberikan hasil yang lebih baik untuk Temanggung,” tuturnya optimistis.
Kisah Syafira dan Pratama menjadi bukti bahwa keberanian mencoba, latihan yang konsisten, serta dukungan dari lingkungan sekitar mampu membawa siswa melampaui batas kemampuannya. Prestasi ini bukan hanya milik mereka, tetapi juga kebanggaan bagi sekolah dan Kabupaten Temanggung. Semoga langkah keduanya terus menginspirasi dan membuka jalan bagi prestasi-prestasi berikutnya.
Oleh: Nur Afiyanto, S.Pd (Guru Bahasa Inggris)
