SMK Swadaya Temanggung Gelar Seminar Pencegahan Narkotika dan Perundungan Bagi Murid Kelas X dan XI
Temanggung,14-15 Oktober 2026 — SMK Swadaya Temanggung menyelenggarakan
kegiatan seminar edukatif bertajuk “Pencegahan Narkotika dan Perundungan” yang diikuti oleh Murid kelas X dan XI. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Bawah SMK Swadaya Temanggung pada pukul 09.00–11.00 WIB. Seminar tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran murid mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, dampak perundungan, serta pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk upaya sekolah dalam memberikan edukasi dan
membangun karakter peserta didik agar mampu menghadapi berbagai tantangan di
lingkungan pergaulan, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Melalui seminar ini, murid diharapkan dapat memahami pentingnya memilih pergaulan yang positif, berani menolak ajakan yang merugikan, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari narkotika maupun perundungan.
Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan
sambutan Kepala SMK Swadaya Temanggung, Bapak Bambang Suwito Hadi, S.Pd., M.Si.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya kegiatan edukasi semacam ini bagi para murid, khususnya dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, bertanggung jawab, dan mampu mengambil keputusan dengan bijaksana.
Beliau juga mengingatkan bahwa masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Pada masa ini, murid mulai mencari jati diri, membangun hubungan pertemanan, serta menghadapi berbagai pengaruh dari lingkungan sekitar. Oleh karena itu, para murid perlu memiliki pemahaman yang baik agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Selain itu, beliau berharap seluruh murid dapat mengikuti kegiatan seminar dengan
sungguh-sungguh dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan
sehari-hari. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan sikap, perilaku, dan kepribadian yang baik.
Setelah sambutan kepala sekolah, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh
narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan,
Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (BPPPAPPKB). Para narasumber memberikan penjelasan mengenai bahaya narkotika, kenakalan remaja,
perundungan, kesehatan mental, serta pentingnya keberanian dalam mengambil keputusan yang benar.
Bahaya Narkotika bagi Generasi Muda
Pada sesi pertama, narasumber dari BNN menjelaskan mengenai narkotika dan dampak
penyalahgunaannya, terutama bagi kalangan remaja. Narkotika merupakan zat yang dapat memengaruhi kesadaran, pikiran, perasaan, dan perilaku seseorang. Penyalahgunaannya dapat menimbulkan ketergantungan serta mengganggu kesehatan fisik maupun mental. Narasumber menjelaskan bahwa penyalahgunaan narkotika dapat berawal dari rasa ingin tahu, keinginan untuk mencoba, pengaruh teman sebaya, hingga tekanan dari lingkungan pergaulan. Tidak sedikit remaja yang kesulitan menolak ajakan negatif karena takut dijauhi atau dianggap tidak mengikuti kelompoknya.
Oleh karena itu, murid perlu memiliki keberanian untuk mengatakan tidak terhadap ajakan yang berisiko. Mereka juga diingatkan agar lebih berhati-hati dalam memilih teman dan tidak mudah percaya kepada orang yang baru dikenal, terutama ketika berinteraksi melalui media sosial.
Dalam penyampaian materi, dijelaskan pula bahwa dampak penyalahgunaan narkotika tidak hanya dirasakan oleh penggunanya, tetapi juga dapat memengaruhi keluarga, lingkungan pendidikan, dan masyarakat. Penyalahgunaan narkotika dapat mengganggu konsentrasi belajar, menurunkan prestasi, merusak hubungan sosial, serta menimbulkan masalah hukum.Para murid juga mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya mengenali perubahan perilaku yang dapat menjadi tanda seseorang sedang mengalami masalah. Apabila menemukan teman yang menunjukkan perubahan sikap atau membutuhkan bantuan, murid diharapkan tidak langsung menghakimi. Sebaliknya, mereka dapat memberikan dukungan dan mengarahkan teman tersebut untuk mencari pertolongan dari guru, orang tua, atau tenaga profesional yang tepat.
Narasumber menegaskan bahwa masa depan generasi muda sangat berharga. Karena itu,
setiap murid perlu menjaga diri, mengembangkan kemampuan positif, dan mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat, seperti mengikuti organisasi, mengembangkan bakat, berolahraga, serta berpartisipasi dalam kegiatan sekolah.
Pencegahan Perundungan di Lingkungan Sekolah
Pada sesi berikutnya, pembahasan berfokus pada perundungan atau bullying. Narasumber menjelaskan bahwa perundungan merupakan perilaku menyakiti, merendahkan, atau mengintimidasi orang lain yang dapat menimbulkan dampak buruk bagi korban.
Perundungan dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti kekerasan fisik, ejekan,
penghinaan, pengucilan, ancaman, hingga tindakan melalui media sosial.
Perundungan sering kali dianggap sebagai candaan oleh pelakunya. Padahal, perkataan
atau tindakan yang dianggap sepele dapat membuat orang lain merasa takut, malu,
kehilangan kepercayaan diri, bahkan mengalami tekanan emosional. Oleh sebab itu, murid perlu memahami batasan antara bercanda dan melakukan perundungan.
Narasumber juga mengingatkan bahwa setiap orang memiliki latar belakang, karakter,
kemampuan, dan kondisi yang berbeda. Perbedaan tersebut seharusnya menjadi alasan
untuk saling menghargai, bukan dijadikan bahan ejekan atau alasan untuk merendahkan
orang lain.
Selain perundungan secara langsung, murid juga diajak memahami bahaya perundungan
digital atau cyberbullying. Tindakan tersebut dapat berupa penyebaran komentar yang
menghina, penyebaran foto tanpa izin untuk mempermalukan seseorang, maupun
penyebaran informasi pribadi yang merugikan korban.
Penggunaan media sosial yang tidak bijaksana dapat menimbulkan dampak jangka panjang. Oleh karena itu, murid diimbau untuk berpikir sebelum mengunggah, mengomentari, atau membagikan sesuatu di internet. Mereka juga perlu menjaga privasi dan tidak menyebarkan informasi pribadi kepada orang yang belum dikenal dengan baik.
Dalam menghadapi perundungan, murid diharapkan berani mengambil tindakan yang tepat.
Apabila melihat teman menjadi korban, mereka tidak seharusnya ikut menertawakan,
merekam kejadian untuk disebarkan, atau membiarkan tindakan tersebut terus berlangsung. Murid dapat memberikan dukungan kepada korban dan melaporkan kejadian kepada guru, wali kelas, guru BK, atau pihak sekolah yang berwenang. Melalui materi ini, murid diharapkan memahami bahwa menciptakan lingkungan sekolah
yang aman bukan hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga seluruh warga sekolah.
